Mengapa Ada Orang Saleh Yang Memilih Minimalis Dalam Fasilitas Hidup?

Mengapa Ada Orang Saleh Yang Memilih Minimalis Dalam Fasilitas Hidup
Ini artikel bagus untuk dibaca orang kaya yang suka gembar-gembor kesederhanaan dan suka memaksa orang miskin untuk kaya. Silakan disimak.

◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇

MENGAPA ADA ORANG SALEH YANG MEMILIH MINIMALIS DALAM FASILITAS HIDUP?

Oleh: Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) – Dosen Universitas Brawijaya

Mengapa sebagian orang saleh lebih memilih minimalis sekali dalam kemewahan dan fasilitas hidup? Bukankah kita pernah mendengar riwayat bagaimana Umar saat jadi khalifah dan berpidato lalu pada sarungnya ditemukan ada 12 tambalan? Ibnu Sa’ad meriwayatkan, «أنّ عمر بن الخطّاب كان في إزاره اثنتا ‌عشرة ‌رُقعة بعضها من أدَمٍ، وهو أمير المؤمنين». «الطبقات الكبير» (3/ 305 ط الخانجي) Artinya, “Bahwasanya Umar bin al-Khaṭtāb pada sarungnya terdapat 12 tambalan sebagiannya terbuat dari kulit padahal beliau menjadi Amirul Mukminin/khalifah” (al-Ṭabaqāt al-Kubrā, juz 3 hlm 305)

Sebabnya adalah kenikmatan duniawi walaupun mubah, maka PUNYA KONSEKUENSI.

Apa itu konsekuensinya?

Konsekuensinya adalah MENURUNKAN DERAJAT di akhirat! Walaupun aman dari hukuman!

Penjelasan seperti ini ditegaskan sendiri oleh Umar. Ibnu Abī al-Dunyā meriwayatkan, قَالَ عُمَرُ: «وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْلَا أَنْ تَنْقُصَ حَسَنَاتِي ‌لَخَالَطْتُكُمْ ‌فِي ‌لِينِ ‌عَيْشِكُمْ». «إصلاح المال» (ص104) Artinya, “Umar berkata, ‘Demi Zat yang jiwaku berada di tanganNya. Seandainya bukan karena akan mengurangi pahalaku (di akhirat), niscaya aku akan ikut-ikutan bersama kalian dalam menikmati kenyamanan hidup!” (Iṣlāḥu al-Māl, hlm 104)

Senada dengan ini adalah ucapan Ibnu Umar. Ibnu Abī al-Dunyā meriwayatkan, عَنِ ابْنِ عُمَرَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: «لَا يُصِيبُ عَبْدٌ مِنَ الدُّنْيَا شَيْئًا إِلَّا نَقَصَ مِنْ دَرَجَاتِهِ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى، وَإِنْ كَانَ عَلَيْهِ كَرِيمًا» Artinya, Dari Ibnu Umar, beliau berkata: “Tidaklah seorang hamba memperoleh sebagian dunia, kecuali hal itu MENGURANGI DERAJATNYA DI SISI ALLAH, sekalipun ia mulia di sisi-Nya.”
(Ibnu Abi Ad-Dunya dalam kitab Az-Zuhd hlm 142. Ibnu Hajar menukil penilaian Al-Mundziri bahwa sanadnya jayyid. AL-Albani menshahihkannya.)

Mereka yang menjaga diri tidak melakukan yang haram, melaksanakan kewajiban, tapi “mem-pol-pol kan” dan maksimalis dalam kemewahan serta kesenangan hidup adalah orang-orang yang disebut Allah dalam Al-Qur’an dengan sebutan muqtaṣid (المقتصد). Mereka tidak dihukum, tapi derajatnya di surga turun! Ibnu Rajab berkata, «ولا عقاب عليهم في ذلك، إلَّا أنَّه ينقصُ من درجاتهم من الآخرة بقدر توسُّعهم في الدُّنيا». «جامع العلوم والحكم» (2/ 188 ت الأرنؤوط) Artinya, “Tidak ada hukuman bagi mereka (yakni yang maksimalis dalam menikmati kemewahan hidup yang mubah). Hanya saja hal tersebut akan mengurangi derajat mereka di akhirat sesuai dengan kadar bersenang-senang mereka di dunia” (Jāmi’ al-‘Ulūm wa al-Ḥikam, juz 2 hlm 188)

◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇

Oleh karena itu, memberi contoh kesederhanaan imam Ahmad dalam fasilitas hidup harus disertai penjelasan yang tepat agar tidak ada kesan bahwa ustaz/dai/ulama apalagi orang awam itu itu harus miskin dan lusuh agar layak disebut zuhud.

Demikian pula memberi contoh kemewahan Imam Malik juga jangan diglorifikasi berlebihan sampai level memberi kesan bahwa ustaz/dai/ulama apa lagi orang awam itu harus kaya dan mewah.

Pilihan orang terkait cara hidup bisa berbeda-beda tergantung kondisi, situasi, kedalaman ilmu, pengalaman spiritual dan lain-lain.

◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇

Nah bagi orang kaya songong yang memaksa orang miskin supaya kaya, agar anda tahu inilah konsekwensi kekayaan bagi yang memilikinya. Orang kaya mukmin saja bisa turun derajatnya, apalagi orang kaya yang fokus kebanyakan duniawi?

Jadi biar anda tahu apa itu sebenarnya itu sederhana / zuhud yang sesungguhnya. Bukan sekedar sederhana tapi harta melimpah ruah dan kebanyakan digunakan untuk kenikmatan pribadi.

Semoga mencerahkan.

Difan

Menulis itu bukan karena kita tahu banyak, tapi karena banyak hal yang ingin kita tahu

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form